10 Daftar Kerajinan Khas Bangka Belitung

Kerajinan khas Bangka Belitung bisa Anda bawa pulang setelah mengunjungi Bangka Belitung sebagai oleh-oleh untuk sanak saudara maupun sahabat. Kepulauan Bangka Belitung dikenal memiliki keindahan alam yang sangat menakjubkan sehingga tidak heran jika Bangka Belitung menjadi salah satu destinasi terpopuler di Indonesia.

Selain menyajikan pemandangan pantai yang indah, Bangka Belitung juga memiliki tempat wisata sejarah yang patut dikunjungi. Selain itu, terdapat juga kerajinan khas Bangak Belitung yang menarik dan dapat di jadikan sebagai oleh-oleh bagi para wisatawan. Jika Anda berencana berlibur ke Bangka Belitung, maka Anda wajib tahu kerajinan khas Bangka Belitung.

Inilah Daftar Kerajinan Tangan Khas Bangka Belitung

Selain makanan yang lezat, Bangka Belitung juga memiliki kerajinan khas yang menarik. Saat Anda berkunjung ke Bangka Belitung, tidak afdol jika tidak membeli kerajinan khas dari pulau indah ini. Apabila Anda masih asing dengan kerajinan khas Bangka Belitung, berikut kami akan menjelaskannya untuk Anda:

1. Kain Cual

Kerajinan khas Bangka Belitung yang paling iconic adalah kain cual. Berbeda dengan batik yang menjadi ikon di beberapa kota di Pulau Jawa, kain cual memiliki corak tersendiri. Kain ini menawarkan warna-warni corak, ukiran, dan kualitas yang dapat dijadikan oleh-oleh khas Bangka Belitung.

Beberapa motif kain cual yang populer melibatkan flora dan fauna, seperti ubur-ubur, merak, bebek, kembang setangkai, kembang rumping. Kembang rukem, kembang setaman, kembang kenanga, dan motif Gajah Mada 2003.

Ada sembilan motif asli yang sudah resmi dipatenkan oleh pemerintah Bangka Belitung dan diakui secara nasional. Susunan motif kain tenun cual dan teknik tenun yang digunakan merupakan perpaduan budaya China dan Melayu yang masih melekat dalam karya kain cual.

Sebagai oleh-oleh khas Bangka Belitung, harga kain cual bervariasi. Mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per meter, tergantung pada kualitas dan tingkat kesulitan motif yang dipilih.

2. Songkok atau Kopiah Resam

Tanaman resam ini melimpah tumbuh tidak hanya di hutan Bangka, tetapi juga dapat dijumpai di kebun-kebun, tepi jalan, dan berbagai lokasi lainnya. Resam memiliki kemiripan dengan paku pakuan, namun berbeda dengan paku tembok atau paku besi. Habitatnya terdapat di dataran rendah dan sedang.

Kemunculan tanaman resam yang tersebar luas memberikan inspirasi untuk membuat kopiah resam. Proses pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup lama, melibatkan tahap pemilihan resam berkualitas, proses pengeringan, hingga penganyaman. Keseluruhan proses ini memerlukan ketekunan dan kesabaran yang luar biasa.

Di Pulau Bangka, Anda dapat menemukan para pengrajin kopiah resam di desa Pedindang (Pangkalpinang), Payung (Bangka Selatan), dan Sangir (Bangka Tengah). Dikatakan bahwa kualitas kopiah resam dari Desa Sangir lebih unggul, mungkin dari segi anyaman, kualitas resam, dan pengolahan yang membuatnya menjadi barang berharga.

Jika Anda bertanya tentang harganya, mungkin akan sedikit mengejutkan. Ini karena kopiah resam berkualitas tinggi dapat memiliki harga berkisar antara 500 ribu hingga 3 juta rupiah dan bentuknya dapat disesuaikan dengan permintaan.

3. Sumpet

Sumpet memiliki kemiripan dengan kerajinan anyaman yang biasanya terbuat dari bambu. Yang membedakannya adalah bahan utama yang digunakan, memberikan sentuhan unik dan ciri khas khusus. Kerajinan tangan khas Bangka Belitung, yaitu sumpet, berasal dari masyarakat Lom, suku asli di Bangka Belitung.

Sumpet dibuat dari tumbuhan liar pucot, sejenis tanaman yang tumbuh menjalar di hutan rawa pulau Bangka. Namun, keberadaannya kini semakin sulit ditemukan akibat pengaruh kekeringan dan perubahan iklim di pulau Bangka. Inilah kerajinan tangan pucot khas Bangka yang mirip dengan kerajinan bambu, namun lebih halus dan lemas.

Fungsi sumpet sangat bervariasi, mulai dari tempat menempatkan nasi saat pergi ke ladang, yang sering digunakan oleh suku Lom. Hingga berbagai bentuk lainnya seperti tempat pakaian kotor, tas, dan sebagainya, tidak hanya sebatas wadah nasi seperti bakul di daerah Jawa.

Proses pembuatan sumpet memerlukan waktu yang cukup lama. Bahan utama tumbuhan liar pucot harus dibersihkan dan direndam dengan air panas untuk membuatnya elastis. Setelah itu, tumbuhan tersebut dijemur dan dibiarkan selama 2 hari sebelum dianyam dan dibentuk menjadi berbagai jenis kerajinan tangan.

Membuat satu kerajinan tangan sumpet membutuhkan tingkat kesabaran dan ketelitian yang tinggi, dengan waktu produksi berkisar antara 10 jam hingga beberapa hari.

*Baca Juga: Daftar Hotel di Bangka Belitung untuk Menginap

4. Pewter (Souvenir Antik dari Timah)

Jika Anda pernah mengunjungi Yogyakarta, maka di sana, Anda dapat menemukan karya seni unik dan ukiran berharga tinggi yang diwujudkan dalam bentuk souvenir terbuat dari perak. Bangka Belitung, meski berbeda dengan Yogyakarta, juga memiliki kerajinan khas Bangka Belitung indah yang terbuat dari olahan biji dan pasir timah. Kemudian dibentuk menjadi produk dengan nilai seni tinggi oleh tangan-tangan profesional.

Sejak zaman dahulu, Bangka Belitung terkenal dengan kekayaan timahnya. Souvenir yang terbuat dari timah dapat ditemukan di berbagai kota di Bangka Belitung, contohnya di kota Pangkalpinang, tepatnya di Jl. Jendral Sudirman dekat Taman Sari Pangkalpinang. Di mana terdapat sebuah toko yang menawarkan beragam souvenir timah.

Souvenir-souvenir tersebut memiliki berbagai bentuk seperti perahu layar, cincin, kalung, gelang, dan hiasan lainnya, dapat dibuat sesuai dengan permintaan Anda. Tentu saja harga souvenir timah ini bervariasi tergantung pada tingkat kesulitan pembuatan, proses pencetakan, penghalusan, dan faktor-faktor lainnya.

Umumnya, semakin sulit pembuatannya, semakin tinggi pula harganya. Sebagai contoh, salah satu kerajinan timah Bangka berupa replika kapal bisa memiliki harga mencapai 1,5 juta hingga 2 juta rupiah.

5. Satam

Secara umum, satam menjadi kerajinan khas Bangka Belitung, dikenal sebagai pulau dengan tingkat penemuan batu satam yang tinggi. Konon, batu satam ini merupakan serpihan meteor yang jatuh di pulau Belitung jutaan tahun yang lalu, kemudian terkubur di dalam perut bumi.

Batu satam ditemukan seiring dengan kegiatan masyarakat dalam mencari pasir timah, yang dikenal sebagai “ngelimbang” di Bangka Belitung. Batu satam asli dapat berupa bongkahan besar atau batu kecil berbentuk kerikil.

Warna batu satam bervariasi, mulai dari hitam pekat hingga hitam keunguan dan hitam kehijauan. Bentuk asli batu satam tidak beraturan. Batu satam dapat diolah menjadi kerajinan tangan dengan nilai jual yang sangat tinggi, hampir sebanding dengan harga emas.

Cincin satam, sebagai contoh, memiliki harga mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung pada kualitas kepadatan dan kilau batu satam. Semakin padat dan berkilau, semakin mahal harganya. Selain digunakan untuk membuat cincin, kalung, atau liontin. Batu satam juga dapat dijadikan bahan untuk berbagai jenis kerajinan dan perhiasan bernilai jual tinggi, dengan harga yang bahkan mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah.

6. Ketilon

Ketilon adalah kerajinan khas Bangka Belitung, berasal dari Desa Namang di Kabupaten Bangka Tengah. Seperti kerajinan anyaman lainnya, Ketilon menggunakan teknik anyaman, namun bahan utamanya adalah tumbuhan ketilon atau akar canar yang tumbuh subur di hutan Desa Namang, Bangka Tengah.

Meskipun masih tergolong baru, kerajinan tangan ini diperkenalkan kepada wisatawan luar daerah sejak awal tahun 2019. Tumbuhan ketilon melimpah di Desa Namang. Untuk mengolahnya menjadi kerajinan, langkah pertama adalah mengambil tumbuhan ketilon, membersihkannya, dan menjemurnya hingga kering.

Tumbuhan ketilon yang telah kering kemudian dianyam menjadi berbagai produk menarik, seperti gantungan kunci, alat tradisional, lampu teplok, vas bunga, tas, dan lain sebagainya. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah telah berupaya menggerakkan masyarakat, khususnya di Namang, untuk membuat kerajinan ketilon. Tujuannya adalah meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat.

7. Kerajinan Kerang

Dikenal karena kekayaan lautnya, Belitung juga terkenal dengan kerajinan kerangnya. Cinderamata ini dibuat dari cangkang kerang yang diubah bentuknya dan dihias sehingga menyerupai berbagai hewan, seperti penyu, kuda, dan burung.

Kerajinan khas Bangka Belitung ini menjadi sangat diminati. Karena daerah tersebut, terutama di sepanjang pesisir pantai, banyak terdapat sisa-sisa cangkang kulit kerang yang terdampar. Selain itu, hasil tangkapan laut seperti kerang juga melimpah di Belitung. Kerang dapat ditemukan di sela-sela bebatuan granit besar hampir di setiap pantai di pulau ini.

Berbagai macam kerajinan tangan menarik. Seperti kalung, bingkai foto, gelang, hiasan dinding, pernak-pernik untuk pernikahan, dan lainnya, dihasilkan dari kerang yang ditemukan di Belitung.

8. Dulang dan Tudung Saji Bangka

Tradisi nganggung sangat kental di Bangka Belitung, dimana simbolisme dari tradisi atau budaya nganggung ini tercermin melalui penggunaan tudung saji dan dulang. Mungkin istilah “dulang” terdengar asing bagi sebagian orang. Secara bentuk, dulang mirip dengan “tampah,” istilah yang sering digunakan oleh masyarakat Jawa.

Bahkan, ketika mengunjungi Kota Pangkalpinang sebagai ibukota Bangka Belitung, Anda dapat menemukan monumen tudung saji sebagai simbol yang mencerminkan keberlanjutan budaya nganggung. Tak hanya itu, pintu sekolah juga sering dihiasi dengan tudung saji dan dulang. Seperti yang terlihat dalam gambar, warna dulang dan tudung saji dominan kuning, merah, dan hijau.

Dulang dan tudung saji ini umumnya terbuat dari bambu, kemudian dianyam dan diberi warna. Saat berkunjung ke Pulau Bangka dan Belitung. Terutama pada tanggal 1 Muharram, masyarakat setempat membawa dulang ke rumah ibadah, seperti masjid, secara beramai-ramai. Hal ini melambangkan nilai budaya gotong royong yang kuat di Bangka Belitung.

*Baca Juga: 8 Mall di Bangka Belitung yang Terkenal Mewah

9. Akar Bahar Bangka

Kerajinan khas Bangka Belitung ini dibuat dari akar pohon bahar, yang tumbuh subur terutama di daerah rawa-rawa di hutan Bangka. Selain digunakan sebagai cinderamata, akar bahar ini juga memiliki manfaat kesehatan.

Diketahui bahwa akar bahar dapat membantu melancarkan sirkulasi peredaran darah dan mencegah rematik. Beberapa bahkan meyakini bahwa akar bahar memiliki kemampuan untuk menangkal serangan ilmu hitam.

Akar bahar diolah menjadi berbagai macam kerajinan, seperti kalung, gelang, cincin, tasbih, hiasan rumah, dan pernak-pernik lainnya. Harga kerajinan dari akar bahar ini bervariasi, tergantung pada tingkat seni yang tinggi. Harganya bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah, sesuai dengan nilai estetika yang tinggi.

10. Batik Belitung

Salah satu kerajinan khas Bangka Belitung adalah batik dengan motif ikan cempedik, daun simpor, dan katis sambal. Batik khas Belitung ini dapat berupa sebagai selendang, baju, dan berbagai produk lainnya. Jika Anda berkunjung ke Belitung, maka batik khas Belitung ini bisa menjadi oleh-oleh.

Proses pembuatan batik ini tetap mengikuti metode tradisional, baik dengan menggunakan cap maupun teknik modern seperti printing. Harga batik ini bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung pada nilai estetika dan tingkat kesulitan dalam proses pembuatannya.

Nah itulah beberapa kerajinan tangan khas Bangka Belitung yang dapat dijadikan oleh-oleh setelah Anda berkunjung ke Belitung. Jika Anda ingin menikmati wisata Belitung, Anda bisa menggunakan layanan tour and travel dari Belitung Mania.

Dengan menggunakan layanan Tour and Travel Belitung Mania, Anda bisa melakukan perjalanan lebih terencana, karena dapat mengunjungi destinasi wisata yang diinginkan. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan harga paket wisata belitung dengan murah..

Tinggalkan Balasan

WhatsApp WhatsApp us