Lompat ke konten
Home » Blog » Mengenal Kota Belitung dan 8 Julukannya

Mengenal Kota Belitung dan 8 Julukannya

kota belitung

Kota belitung memiliki banyak julukan yang mungkin tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Provinsi Bangka Belitung pastinya sudah tidak asing bagi beberapa orang. Daerah ini mulai mendapatkan perhatian sebagai destinasi pariwisata yang menarik setelah menjadi latar dalam novel terkenal, Laskar Pelangi, yang ditulis oleh Andrea Hirata.

Kota Belitung terkenal dengan wisata pantainya yang indah. Bukan hanya satu Pantai, namun Belitung memiliki banyak pantai yang menawarkan keindahan yang menakjubkan. Selain pantai, Belitung juga memiliki destinasi wisata lain yang wajib dikunjungi saat berlibur ke Belitung, seperti wisata sejarah dan juga wisata kuliner.

Mengenal Kota Belitung

Belitung, atau Belitong (dalam bahasa setempat, diambil dari nama sejenis siput laut). Dulunya dikenal sebagai Billiton, adalah sebuah pulau di lepas pantai timur Sumatra, Indonesia, yang diapit oleh Selat Gaspar dan Selat Karimata. Pulau ini terkenal dengan lada putih (Piper sp.), yang dalam bahasa setempat disebut sahan.

Selain itu, Belitung juga dikenal menjadi sumber tambang jenis galian-C seperti timah putih (Stannum), pasir kuarsa, tanah liat putih (kaolin), dan granit. Belakangan ini, pulau ini juga menjadi tujuan wisata alam alternatif.

Pulau ini sebelumnya dimiliki oleh Britania Raya (sejak tahun 1812), sebelum akhirnya ditukar kepada Belanda. Bersama-sama dengan Bengkulu, dengan Singapura dan New Amsterdam (yang kini merupakan bagian dari kota New York). Kota utamanya adalah Tanjung Pandan.

Belitung terbagi menjadi dua kabupaten, yaitu Kabupaten Belitung yang beribukota di Tanjung Pandan, dan Belitung Timur yang beribukota di Manggar. Sebagian besar populasi, khususnya mereka yang menetap di wilayah pesisir, memiliki pemahaman mendalam tentang kehidupan laut yang melimpah, khususnya dalam hal hasil tangkapan ikan.

Berbagai olahan makanan dari hasil laut menjadi makanan sehari-hari penduduknya. Kekayaan laut telah menjadi salah satu sumber utama mata pencaharian bagi penduduk Belitung. Sumber daya alam yang tak kalah penting bagi kehidupan masyarakat di pulau ini adalah timah. Usaha pertambangan timah telah dimulai sejak zaman Hindia Belanda.

Penduduk Pulau Belitung terutama terdiri dari suku Melayu yang menggunakan dialek Belitung, serta keturunan Tionghoa Hokkien dan Hakka.

Julukan Kota Belitung

Bangka Belitung, dikenal sebagai daerah penghasil timah, juga terkenal dengan pantai-pantai yang indah serta kerukunan antar etnisnya. Yang lebih unik lagi, Belitung juga memiliki julukan sebagai berikut:

1. Negeri Laskar Pelangi

Julukan Kota Belitung yang adalah “Negeri Laskar Pelangi”. Kota Belitung mendapat julukan ini karena Pulau Belitung menjadi lokasi syuting untuk film “Laskar Pelangi” pada tahun 2008. Film diadaptasi dari novel karya Andrea Hirata.

Laskar Pelangi menjadi film yang meraih popularitas yang besar dan memecahkan rekor sebagai salah satu film Indonesia terlaris sepanjang masa dengan jumlah penonton mencapai 4,6 juta orang. Salah satu hal yang paling diingat oleh penonton dari film “Laskar Pelangi” adalah keindahan panorama alam pantai yang luar biasa di Pulau Belitung. Keindahan alam tersebut tercermin dengan jelas dalam film, dan hal ini menjadi asal muasal dari julukan Belitung sebagai “Negeri Laskar Pelangi”.

2. Kota Batu Satam

Julukan Kota Belitung yang selanjutnya adalah “Kota Batu Satam”. Batu Satam adalah batuan khas Indonesia yang dapat ditemukan di Pulau Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Batu ini memiliki warna hitam yang khas dengan urat-urat yang unik, dan termasuk dalam kategori batuan langka.

Batu Satam terbentuk melalui proses alami hasil tabrakan meteor dengan lapisan bumi yang mengandung timah tinggi jutaan tahun yang lalu. Serpihan batu meteor tersebar ke berbagai belahan dunia seperti Australia, Cekoslovakia, Arab, dan Indonesia, khususnya di Pulau Belitung.

Ketika meteor jatuh di Pulau Belitung, reaksi dengan kandungan timah yang melimpah di pulau tersebut membentuk batu hitam yang kemudian dikenal sebagai Batu Satam. Di Belitung, Batu Satam menjadi ikon dari ibu kota pulau itu, Tanjung Pandan. Hal ini menjadikan Belitung dikenal dengan julukan “Kota Batu Satam”.

3. Kota 1001 Warung Kopi

Kota Belitung juga dijuluki sebagai “Kota 1001 Warung Kopi”. Menikmati wisata Belitung tidak hanya pemandangan indah pantainya, tapi juga bisa menikmati wisata kulinernya. Pulau yang merupakan bagian dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dikenal sebagai Kota 1001 Warung Kopi.

Ini karena di Kabupaten Belitung Timur, terutama di wilayah Manggar, terdapat banyak warung kopi yang berjejer di sepanjang jalan. Bahkan, jumlahnya begitu banyak sehingga Kabupaten Belitung Timur memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai wilayah dengan jumlah warung kopi terbanyak.

4. Kabupaten Cinta Pancasila

Selain dikenal sebagai Negeri Laskar Pelangi, Belitung juga dikenal dengan julukan Kabupaten Cinta Pancasila. Hal ini merujuk pada Pancasila yang memiliki lima sila. Terdapat beberapa aspek di Belitung yang terkait dengan angka lima. Misalnya, di seluruh Belitung hanya terdapat lima lampu lalu lintas.

Meskipun banyak persimpangan yang padat, jumlah lampu lalu lintas tersebut tetap dipertahankan. Selain itu, angkutan umum massal tidak tersedia di Belitung. Hanya terdapat lima taksi berplat kuning yang melayani seluruh warga Belitung. Akibatnya, ojek menjadi pilihan populer karena harganya yang terjangkau dan ketersediaannya yang lebih banyak.

Pusat Kota Belitung terletak di Simpang Batu Satam, yang memiliki tugu Batu Satam sebagai landmark. Tugu ini terletak di persimpangan lima, di mana kelima jalan utama Belitung saling terhubung.

Hal ini memudahkan navigasi bagi penduduk dan wisatawan yang berkunjung ke Belitung. Sehingga, menjelajahi Belitung sendirian pun tidak perlu khawatir tersesat. Jika terjadi kesulitan, cukup ikuti jalan beraspal hitam sebagai panduan.

Semua ini menjadi bagian dari beragam alasan mengapa Belitung dijuluki sebagai Kabupaten Cinta Pancasila.

5. Taman Wisata Dunia

Yang terakhir, julukan untuk Belitung adalah “Taman Wisata Dunia”. Julukan baru ini diresmikan dengan pemberian piagam sebagai Taman Wisata Dunia oleh CEO dan Pendiri World Tourism Park (WTP) Foundation, Daniel Kumendong, kepada Bupati Belitung Sahani Saleh di Lapangan Puputan Margarana Renon, Denpasar, Bali, pada tahun 2018.

Pengakuan sebagai Taman Wisata Dunia adalah pencapaian yang membanggakan dan meningkatkan ketenaran Pulau Belitung di tingkat global. Ini juga bermanfaat dalam mendatangkan lebih banyak wisatawan lokal maupun mancanegara.